Kamis, 20 Juni 2013

Resep Membuat Kue Ombus-Ombus Khas Batak

Resep Membuat Kue Ombus-Ombus Khas Batak

Selasa, 07 Mei 2013

Menarik rasanya jika kita membahas kekayaan kuliner yang ada dinegeri kita yang tercinta ini, yang begitu beragam dan rasanya juga sangat lezat. Jika sebelumnya kami membahas salah satu kue tradisional asal Makassar yaitu kue Dange yang ada sedikit kemiripan dengan kue Pancong, maka untuk artikel kali ini mari kita menuju ke tanah Batak karena terdapat sebuah kue tradisonal yang unik dan bernama Kue Ombus-Ombus.

Berdasarkan dari sumber disitus Wikpedia jika kue Ombus-Ombus adalah salah satu jajanan khas Batak dan berasal dari Siborongborong, Tapanuli Utara. Kue ini memiliki bentuk yang cukup unik yaitu seperti kerucut yang dibungkus oleh daun pisang, sehingga terasa lebih alami, dan terbuat dari adonan tepung dengan parutan kelapa kemudian pada bagian tengahnya diberi bahan isi berupa gula merah dan dimasak dengan cara dikukus. Sumber tersebut juga menyebutkan jika kue ini dinamakan Ombus-Ombus karena dibuat harus memberi tiupan atau menghembuskan nafas  
Kue Ombus-Ombus juga mengingatkan kita dengan kue Putu Bambu yang ada di Jawa, karena ada sedikit kemiripan yaitu sama-sama terbuat dari adonan tepung dengan kelapa parut, bahkan isinya juga sama yaitu gula merah. Perbedaanya jika kue putu bambu memiliki bentuk yang seperti tabung karena dicetak dengan potongan bambu ukuran kecil, sedangkan kue Ombus-Ombus ini berbentuk kerucut yang dibungkus oleh daun pisang.

Sayangnya kue ini kemungkin sulit untuk bisa kita temukan diluar daerah, sehingga bagi anda yang penasaran dan berada diluar daerah akan kesulitan untuk bisa mendapatkannya. Oleh karena itu yang terbaik adalah mencoba untuk membuatnya sendiri dirumah, dan apabila anda tertarik berikut adalah salah satu resep dan cara membuatnya.

Resep kue Ombus-Ombus
200 gram tepung ketan
200 gram kelapa muda, kemudian diparut
100 gram gula merah, kemudian disisir
Garam secukupnya
Daun pandan, iris kecil-kecil
Daun pisang untuk membungkus

Cara membuat
1. Pertama kukuslan tepung ketan, bersama kelapa parut dan garam kemudian aduk merata hingga adonan berbutir
2. Siapkan pembungkusnya yaitu daun pisang, kemudian letakan daun pandan, tuangkan adonan 1 sendok makan, isilah gula merah, kemudian tutup kembali dan bukuslah berbentuk kerucut.
3. Jika sudah semua, panaskan pengukus kemudian kukus semua adonan yang sudah dibungkus hingga matang.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_Ombusombus

Rabu, 19 Juni 2013

Resep Sambal Dabu Dabu

Resep Sambal Dabu Dabu

Resep Sambal Dabu Dabu - Sambal adalah makanan khas Indonesia yang sangat menggoda dan banyak diminati. Ketika kita makan, belum lengkap rasanya kalau belum ditemani sama yang namanya Sambal, makan terasa hambar. Ga Maknyussss.... Tapi bagi sebagian orang yang tidak menyukai rasa pedas, sambal adalah jenis makanan yang paling dihindari. Atau mungkin bagi seseorang yang sebenarnya sangat suka rasa pedas namun memiliki masalah dengan perut atau pencernaannya ketika memakan makanan yang pedas. Hal tersebut pasti sangat tidak menyenangkan.


Sambal Dabu Dabu adalah salah satu jenis sambal yang kini sering kita jumpai di warung-warung makan, terutama warung penyetan. Anda pernah mencobanya ? Kalau belum, anda bisa mencoba untuk mempraktekkan Resep Sambal Dabu Dabu ini di rumah anda. Dan rasakan sensasi pedasnya. Seperti apa Resep Sambal Dabu Dabu ini ? ayoook kita simak.

Resep Sambal Dabu Dabu

Foto Sambal Dabu Dab

Resep Sambal Dabu Dabu

Bahan :
5 siung bawang merah
1 tomat segar yang setengah matang dan masih keras
10 cabai rawit
1 jeruk nipis/ jeruk limau
gula, garam, dan penyedap rasa

Cara Membuat Sambal Dabu Dabu :
  1. Iris-iris semua bahan.
  2. Panaskan minyak goreng secukupnya sampai mendidih
  3. Guyurkan minyak goreng panas pada bahan-bahan tersebut.
  4. Peras jeruk nipis/limau sebelum dihidangkan.
  5. Siap disajikan dan sangat cocok dimakan dengan ikan bakar.

Selamat mencoba Resep Sambal Dabu Dabu ya...dan nikmati sensasi rasa pedasnya yang menggoyang lidah.
Resep Sambal Dabu Dabu
Writed by Robert Jeferson
Share on: Twitter, Delicious, Digg, Reddit, LintasMe

Selasa, 18 Juni 2013

Ikan Mas Naniura: “Sushi”nya Masyarakat Batak


“Rasanya terasa ketir di lidah, bumbunya campur pedas dan hangat nya terasa beda saat menghampiri bibir ini. Apalagi kalau dilengkapi sedikit minuman yang beralkohol misalnya Bir deh… Hmm, Tombus na mangarantoi (batak: puas yang merantau itu) “Maknyus”. Apalagi ditambahi ditambah andaliman (bumbu asli batak) menciptakan rasa manis ikan dan diwarnai rasa pedas, semakin meninggalkan rasa ketir diujung lidah. Bagi orang batak yang pernah mendengar makanan ini, pasti langsung ngnces (istilah batak: mengeluarkan air liur).- Mau tau “susi”nya orang batak? ya Naniura 
Mang ikannya apaan sih? Ikannya sih biasa, cuma ikan mas doang yang biasa kita temukan dimana-mana. Tapi cara memasaknya ini yang ruaar biasa, bahkan kalau kita cari dimana-mana tidak bakal ditemukan di warung ataupun restoran manapun.  Namanya Ikan Mas Naniura, ikan mas ini serupa tapi tak sama dengan ikan mas lainnya yang kita temukan di tempat makan, karena cara masaknya yang berbeda, yaitu dimasak tanpa dimasak (tanpa api).
[Langsung ke TKP, July 2013]
Berawal dari kepulanganku ke Pematang Siantar, Sumatera Utara July 2013 lalu. Saya masih ingat bagaimana Ikan mas naniura ini dibuat yang membuat rasanya tidak lekang akan waktu. Serasa sudah lama tidak pulang kampung, hmm rasanya ingin merasakan masakan ini lagi dan menceritakannya.
Namun bagi yang bener-bener laper, jangan nunggu ikan mas Naniuranya, karena masaknya saja butuh satu hari agar mateng. Bayangkan saja, menyantapnya saja butuh sekitar stngah jam karena memang rasanya yang getir, pedas dan serasa makan ikan mentah.
Apa sih memang naniura itu? Naniura Hidangan ini biasanya dibuat dari ikan mas. Bedanya, bila arsik (arsik:khas masakan batak juga) direbus atau dikukus. Maka naniura justru tidak dimasak, direbus atau digoreng, Lho gimana masaknya?
 [Singkat Cerita]
Biang keladi agar  ikan mas naniura  ini masak, ya dikarnakan Asam Jungga. Asam ini hanya dijual di tempat penjualan bumbu orang batak, kalo di Jakarta carilah di Pasar Senen. Asam ini harus ada, dan ngga boleh diganti dengan asam lain, karena kalau diganti maka nanti hasilnya asam dan pahit. Jadi kalau ada yang bilang diganti dengan jeruk nipis…gubraaak, bisa hancur dunia citra rasa.
Rendaman asam jungga yang secara kimiawi dapat mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis dan menjadi matang, karena mengalami proses kimia. Keasamannyalah yang bersifat antimikroba membuat ikan menjadi mateng [sedikit pelajaran IPA waktu SMU hehehe]
Bumbu lainnya dari naniura hampir sama dengan bumbu masak lainnya, seperti kemiri yang dibakar, bawang putih, bawang merah, lada, jahe, kunyit ditambah dengan cabai. Asamnya yang membuat matang, dan yang mengatur segala rasanya adalah bumbunya. Supaya lembek, ikan nya harus dibungkus. Namun terlebih dahulu sisik ikannya dibersihkan dulu, lalu dibelah dua tidak sampai putus, dan isinyapun dikeluarkan semua. Kalau sudah bersih barulah digarami dan diasami. Nah agar mateng, haris dibiarkan selama 5 jam/ lebih deh, agar proses fermentasi berjalan dengan baik.
Sembari dibiarkan selama 5 jam, barulah bumbu-bumbunya kita siapkan. Kemirinya digongseng dan dibiarkan sejenak. Jangan lupa Jahe, kunyit bawang merah dan putih juga harus digoreng. Lalu riasnya dikukus, dan cabenya digiling. Setelah itu, semua bumbunya siap ditumbuk (batak:diulek). Itu saja? Ndak dong, semua bumbunya itu diolesi ke permukaan ikan yang telah difermentasi, lalu biarkan lagi satu jam. Lalu siap bertempur.
Tahan lama ndak sih? Sebenarnya tidak bisa tahan lama, namun untuk menjaga kesegarannya, ikan ini harus disimpan di lemari es. Kalau istilah untuk ikan mentah (keep it cold, keep it clean, keep it moving).
Ikan ini hmm..akan lebih enak lagi kalau berduet dengan minuman yang beralkohol yaitu: Bir, namun jangan karena bir jadi mabook? Bisa bahaya hahaa. Biasanya ikan ini disajikan saat acara-acara tertentu, misalnya pas Natal ataupun tahun baru, atau bisa juga kalau sudah ngidem, ndak bisa ditolak.
Naniura kalau di orang batak disebut “dekke na ni ura”, biasanya ciri khas dari Toba Holbung seperti: Porsea, Balige, Laguboti, Sigumpar, Tarutung dan sekitarnya. Nah mereka-mereka yang berasal dari daerah ini, rata-rata paling pintar untuk memasak naniura, baik dari segi takaran dan rasanya (benar ya?)
Sejarah singkatnya nih:
Naniura dulu digunakan untuk raja-raja, salah satu Sisingamangaraja yang sempat merasakan masakan ini. Oleh karena itu dahulu tidak semua orang boleh memasak naniura, hanya koki kerajaan saja yang boleh memasaknya. Namun dikarenakan masakan ini enak dan memasyarakat, maka jadilah makan lezat masyarakat Batak.  
Bumbunya:
  1. 0,5 kilogram ihan batak / ikan mas
  2. 3 biji asam jungga (hanya ada di penjual bumbu khas masakan batak) / jeruk nipis
  3. 0,25 ons andaliman
  4. 1 ons kemiri
  5. 5 cm lengkuas
  6. 5 cm kunyit
  7. 2 ikat rias
  8. 5 siung bawang merah
  9. 3 siung bawang putih
  10. 0.5 ons cabe merah
Bagaimana, ingin mencoba masakan ikan mas Na Niura? Dijamin!!! lidah anda akan terpuaskan.

Saksang Salah satu Makanan Paling Lezat di Dunia

Makanan Paling Lezat di Dunia

Nasi goreng selalu disebut-sebut sebagai makanan khas Indonesia yang paling populer di dunia. Tetapi siapa sangka, nasi goreng ternyata masih kalah populer dari hidangan khas Indonesia lainnya, yaitu rendang. Makanan khas Sumatera Barat ini bahkan menempati peringkat pertama dari 50 makanan yang dinilai paling lezat di dunia.

Fakta ini diperoleh setelah situs CNNGo.com merilis daftar 50 makanan terlezat di dunia (World's 50 Most Delicious Foods) pada Juli lalu, dan meminta pembaca untuk memberikan voting di Facebook. Hasil dari pemungutan suara tersebut menghasilkan 10 makanan terlezat di dunia, yang urutannya adalah sebagai berikut:

1. Rendang, Indonesia
Makanan ini menggunakan bahan dasar santan dan daging sapi, yang direbus perlahan dengan campuran bumbu serai, lengkuas, bawang putih, kunyit, jahe, dan cabai. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Rendang biasa ditemukan di rumah makan Minang, dan seringkali disajikan dalam acara-acara seremonial. 

2. Nasi goreng, Indonesia
Darimana sebenarnya asal nasi goreng? Indonesia, China, atau Thailand? Entahlah, yang pasti nasi goreng Indonesia lah yang menempati urutan kedua pada daftar ini. Sedangkan nasi goreng Thailand ada di urutan ke-24. Pada dasarnya, nasi goreng terdiri atas nasi, telur, dan suwiran ayam goreng. Makanan ini sangat mudah diolah, tidak heran di Indonesia ada beragam jenis hidangan nasi goreng. 

3. Sushi, Jepang
Bagaimana Jepang mengolah ikan dan nasi menjadi begitu lezat itulah yang membuat sushi menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat dunia. Ikan mentah tak kehilangan kesegarannya, dan ketika dikombinasikan dengan sayuran seperti mentimun, rasanya memang menyatu sempurna di lidah. Tak hanya lezat, sushi juga kerap dirangkai dengan begitu artistik sehingga mudah menggugah selera siapa saja.  

4. Tom yam goong, Thailand
Sup yang segar ini menggunakan bahan udang, jamur, tomat, serai, lengkuas, dan daun jeruk purut. Rasanya yang asam, asin, pedas, dan manis, memang membuatnya disukai banyak orang. Udang memang merupakan bahan yang paling sering digunakan, tetapi ada juga tom yam yang memakai ayam, ikan, dan campuran makanan laut lainnya.

5. Pad thai, Thailand
Anda yang kurang begitu menggemari makanan Thailand pun pasti akan menyukai hidangan yang satu ini. Mirip dengan Bulgogi, makanan Korea yang menempati urutan ke-23, pad thai merupakan hidangan kaya nutrisi yang disatukan menjadi satu sajian mi goreng yang mewah. Rahasianya ada pada sausnya, yang merupakan adonan asam jawa.  

6. Som tam, Thailand
Som tam adalah salad Thailand yang menggunakan bahan utama pepaya. Untuk membuat salad ini, Anda perlu menyiapkan bahan lain seperti bawang putih dan cabai yang ditumbuk dengan lumpang dan ulekan. Kemudian air asam jawa, saus ikan, kacang, udang kering, tomat, air jeruk, adonan tebu, kacang buncis, dan segenggam parutan pepaya hijau. 

7. Dim sum, Hong Kong
Kunjungan ke Hong Kong tak akan lengkap tanpa mencicipi hidangan makan siang tradisional dari Canton ini. Dim sum menjadi populer karena bisa dinikmati oleh siapa saja, dari anak-anak, orang tua, masyarakat lokal maupun turis. Bentuknya yang kecil bisa dimakan dalam sekali suap, dan karenanya membuat orang tak akan pernah puas menyantap satu porsi saja.  

8. Ramen, Jepang
Konon, orang Jepang mengatakan, semakin lezat ramen atau hidangan mi yang Anda nikmati, Anda harus menyeruput kuah kaldunya dengan lebih keras untuk menghormati juru masaknya. Ada berbagai macam cita rasa ramen, dari tekstur mi-nya, topping-nya, bumbu-bumbu, dan terutama kaldunya. Hanya dari kuah kaldunya saja kita bisa menilai betapa "jenius" sang juru masak. 

9. Peking duck, China
Bebek peking adalah hidangan otentik Shanghai, dan boleh dibilang merupakan makanan China yang paling populer dan menjadi favorit di segala tempat. Bebek dipanggang perlahan di dalam oven, sehingga menghasilkan daging yang empuk dan kulit yang renyah. Begitu kaya cita rasa kulitnya, sehingga banyak rumah makan menyajikan lebih banyak kulit daripada dagingnya. Bahkan, ada sajian khusus berupa crepe isi kulit bebek peking, daun bawang, dan saus hoisin yang manis.
10. Massaman curry, Thailand
Hidangan kari yang pedas, bersantan, manis, dan gurih. Biasanya menggunakan daging sapi, tetapi sering juga memakai ayam, bebek, atau tahu. Selain itu, masakan ini berisi kacang panggang, kentang, yang dimasak dengan daun salam, saus ikan, kayu manis, kapulaga, gula aren, adas, dan saus asam jawa, serta berbagai rempah dari Indonesia seperti kunyit, cengkih, jintan, dan pala.
11. Sangsang B2
Saksang adalah masakan khas dari tanah Batak[1] yang terbuat dari daging babi (atau daging anjing)[2] yang dicincang dan dimasak dengan menggunakan darah,[3] santan dan rempah-rempah (termasuk jeruk purut dan daun salam, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai, merica, serai, jahe, lengkuas, kunyit dan andaliman).[2] Saksang menjadi makanan wajib dalam adat pernikahan Batak. [4]